Mengapa Hak Anak dan Hak Perempuan Perlu Diberi Perhatian Khusus?

Mengapa Hak Anak dan Hak Perempuan Perlu Diberi Perhatian Khusus?
Oleh:
Dalinama Telaumbanua, S.H
     Kali ini, penulis membahas mengenai mengapa hak anak dan hak perempuan perlu diberi perhatian khusus?
Dalam membahas topik ini, penulis menjelaskannya dengan menggunakan masing-masing dengan 5 contoh berikut dengan argumennya.
Jawaban:
 Hak anak perlu diberi perhatian secara khusus, yaitu:
  •  Contohnya: Tenaga Kerja anak kurang diperhatikan ditempat kerja. Seringkali tempat kerja anak tidak dipisahkan dengan tenaga kerja dewasa pada jenis pekerjaan berat. Argumen: menurut saya, tempat kerja anak yang tidak dipisahkan dari tempat kerja orang dewasa akan berdampak buruk pada jenis pekerjaan berat, akan berdampak pada keselamatan, kesehatan serta moral anak. Karena misalnya, jenis pekerjaan itu tidak biasanya dikerjakan oleh si anak, akan tetapi karena tempat kerjanya disatukan dengan orang dewasa maka mau tidak mau si anak mengikuti orang dewasa sehingga bisa menimbulkan penyakit serta membahayakan jiwanya. Selain itu tempat kerja anak yang disatukan dengan orang dewasa telah melanggar konvensi internaional tentang tenaga kerja anak.
  • Contohnya: Tidak diberi kesempatan kepada anak, untuk menikmati dunia anak-anak. Hal ini sering kita lihat dalam lingkungan sekita kita, yang seharusnya anak belajar di sekolah. Akan tetapi anak dipaksakan bekrja oleh orangtuanya karena alasan ekonomi. Argumen: menurut saya, hal ini harus diperhatikan secara serius, karena kalau dibiarkan secara terus-menerus maka generasi mendatang akan sama bahkan lebih buruk dari generasi sebelumnya.
  • Contohnya: Orangtua seringkali tidak memperhatikan perkembangan anaknya serta tidak memberikan perlindungan khusus, sehingga anak tersebut menjadi nakal dan melakukan tindak pidana sebagai protes kepada orangtuannya yang kurang memberi perhatian khusus kepada anaknya. Argumen: menurut saya, hal seperti ini memerlukan kesadaran tersendiri bagi orang tua. Oleh karena, negara dalam hal ini pelindung masyarakat tidak bisa mengawasi serta memaksakan orangtua untuk memperhatikan atau melindungi anaknya.
  • Contohnya: Penanganan tindak pidana akibat perbuatan anak di indonesia disamaratakan dengan penanganan masalah tindak pidana orang dewasa. Hal seperti ini membuat anak menjadi berkonflik dengan hukum yang berlaku, padahal konvensi internasional telah mengatur mengenai hal ini dan berlaku untuk semua negara-negara anggota tunduk pada konvensi tersebut.
  • Contohnya: Anak tidak diberi kesempatan dalam hal pengambilan keputusan, terutama dalam keluarga. Anak seringkali dicap sebagai orang yang tidak memiliki pendapat atau saran yang membangun sehingga disebut sebagai penyebab kekacauan, hanya cuman bisa makan, minum serta tidur. Argumen: Padahal anak tidak semuanya seperti itu, adakalanya anak menjadi pemecahan suatu masalah baik karena ide atau gagasannya maupun kelakuannya yang seringkali menghibur orangtuannya ketika sedang menghadapi masalah baik yang berhubungan dengan masalah pekerjaan maupun masalah keluargannya.
 Hak Perempuan perlu diberi perhatian secara serius, yaitu:
  •  Contohnya: hak perempuan dibidang pendidikan di daerah NIAS sangat dibatasi aksesnya, karena yang paling didahulukan adalah laki-laki. Menurut mereka perempuan itu tidak perlu memperoleh pendidikan yang tinggi karena hal itu bukan merupakan hak nya kecuali jika seandainya yang bersangkutan berasal dari keluarga yang tergolong mampu sehingga bisa diperbolehkan untuk melanjutkan pendidikannya. Argumen: menurut saya hal ini telah menyimpang dari ketentuan pasal 31 ayat 1 UUD 1945, bahwa setiap orang berhak mendapat pendidikan. Jadi tidak tidak ada istilah di nomorduakan seperti pada contoh di atas, karena hal ini merugikan hak-hak perempuan sehingga hal ini harus diperhatikan secara khusus untuk mencari cara keluarnya.
  • Contohnya: Hak Perempuan di bidang Kedudukan Pemegang Kekuasaan dan Pengambilan Keputusan sangat dibatasi khususnya Partai politik di Indonesia. Memang akhir-akhir ini telah dibuat suatu keputusan yang menetapkan 30% keterwakilan perempuan dalam suatu partai politik. Argumen: menurut saya penetapan minimum 30% keterwakilan perempuan pada partai politik, hal ini masih merupakan bentuk diskriminasi terhadap hak-hak perempuan. Karena sama saja halnya jika perempuan itu hanya 30% dalam Parpol maka itu bukan persoalan dan suatu kedudukan pemegang kekuasaan dan pengambilan keputusan tetap diajalankan meskipun perempuan hanya 30%.
  • Contohnya: perempuan dalam konflik senjata sering dijadikan sebagai sasaran lawa-lawannya serta kawann-kawannya sendiri. Biasanyapada konflik senjata strategis untuk menaklukan lawan-lawannya ialah dengan melakukan pemerkosaan pada perempuan dengan tujuan untuk mempermalukan lawan dan sekaligus kelompok masyarakat perempuan tersebut, karena perempuan dianggap sebagai pihak yang lemah serta dianggap sebagai korban. Argumen: menurut saya pemakaian istilah pihak yang lemah dan istilah korban yang ditujukan untuk perempuan merupakan salah satu upaya menisbkan usaha mereka untuk keluar dari kondisi tidak menyenangkan yang dialaminya.
  • Contohnya: Kurang diperhatikannya hak Tenaga kerja perempuan, misalnya perempuan yang lagi hamil 6 (enam) bulan tidak di izinkan untuk mengambil cuti oleh perusahaan. Baru di izinkan setelah perempuan tersebut melahirkan, itu tidak terlalu lama. Argumen: menurut saya hal seperti ini harus diperhatikan lagi secara serius oleh pembentuk undang-undang, karena ini bukan hanya merupakan kesalah pihak perusaan akan tetapi ini juga merupakan kesalahan pembuat undang-undang. Pemberian izin dari perusahaan ini berpedoman pada undang-undang NO. 23 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.
  • Contohnya: Kekerasan terhadap perempuan kurang diperhatikan secara serius. Argumen: Usaha untuk menangani kekerasan terhadap perempuan memang sudah diatur secara hukum meskipun masih bersifat umum dalam KDRT. Akan tetapi pelaksanaannya tidak seperti yang diharapkan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s